Langsung ke konten utama

Cara Mendaftarkan Blog / Website ke Google Adsense

Cara Mendaftarkan Blog / Website ke Google Adsense

Blogger adalah platform blogging yang paling banyak digunakan oleh netizen Indonesia. Ada banyak alasan mengapa seseorang menggunakan Blogger untuk aktivitas blogging, di antaranya adalah tidak perlu menyewa hosting.
Dengan menggunakan Blogger, kita hanya membutuhkan sebuah domain agar blog yang kita buat terlihat profesional. Adapun untuk biaya hosting, kita tidak perlu memikirkannya karena semua sudah ditanggung oleh pihak Google.
Jika saat ini kamu masih menggunakan Blogger untuk aktivitas blogging jangan minder atau berkecil hati karena dengan menggunakan Blogger, kamu tetap bisa menghasilkan uang. Menghasilkan uang dari Blogger bisa dilakukan melalui Google Adsense.
Kamu yang memiliki blog dan sudah memenuhi kriteria Adsense, seperti konten yang memadai, umur blog lebih dari 3 bulan, dan sudah memiliki trafik, silakan melakukan pendaftaran. Adapun untuk proses pendaftaran, kamu bisa melihat tutorial di bawah ini.
Langkah:
1. Buka situs Google Adsense.
2. Klik daftar sekarang. Proses pendaftaran di sini menggunakan top level domain.
3. Masukkan nama blog. Misal, www.leo.com dan masukkan alamat email. Pilih “ya” pada dapatkan info Adsense → simpan dan lanjutkan.
4. Isi nama negara, kemudian gulir ke bawah dan centang pada syarat ketentuan → buat akun.
5. Kamu akan diarahkan ke dashboardAdsense, dan silakan isi data alamat pembayaran. Jika semua sudah terisi, silakan klik kirim.
6. Kamu akan disuruh menyalin kode Adsense. Silakan salin kode Adsense, dan parse di situs blogcrowds. Untuk parse kode Adsense, silakan tempelkan kode di kolom yang tersedia, kemudian klik parse.
7. Buka Blogger → tema → edit HTML. Setelah sudah masuk ke edit HTML, silakan tekan Ctrl + F dan ketikkan <head>.  Tempelkan kode Adsense yang sudah di-parse di bawah <head>, setelah itu simpan tema.
8. Kembali ke dashboard Adsense, silakan centang “saya telah menempelkan kode ke situs saya” dan klik selesai.
9. Tunggu jawaban pihak Google di email yang tadi kamu daftarkan terkait lolos atau tidaknya pengajuan akun Google Adsense.
Demikian tutorial cara mendaftarkan blog / website ke Google Adsense. Semoga bermanfaat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Proses Peleburan Besi Cor pada Tanur Kupola

Proses Peleburan Besi Cor pada Tanur Kupola Proses peleburan besi tuang padatanur kupola, Kupola dipergunakan secara luas untuk peleburan besi cor sebab mempunyai keuntungan yang unik yaitu sebagai berikut : a. Konstruksinya sederhana dan operasi mudah b. Memberikan kemungkinan peleburan kontinu c. Bisa untuk mendapatkan laju peleburan yang besar untuk tiap jamnya d. Biaya yang rendah untuk alat-alat dan peleburan e. Memungkinkan pengontrolan komposisi kimia dalam daerah luas. Operasi Tanur Kupola a. Pelapisan Lapisan : Batu tahan api, bahan tahan api yang dapat dicorkan, atau bahan tahan api penambal dipergunakan untuk lapisan tanur kupola. Operasi dengan lapisan asam memerlukan bahan tahan api samot, atau batu talek dan operasi dengan lapisan basa memerlukan bahan tahan api magnesia atau dolomit Ketebalan yang dikehendaki kira-kira 3 sampai 4 mm dari adonan dan untuk pengikat menggunakan air sesedikit mungkin. Mengeringkan kupola yang baru dilapisi secara alamiah untuk ...

Cara Kerja Pompa Hidrolik Excavator

Cara Kerja Pompa Hidrolik Excavator diposting oleh Agus siregar   pada tanggal  July 17, 2022 OUTLINE Pompa Hidrolik adalah berfungsi untuk mengalirkan oli hydraulic ke sistem, sama halnya dengan jantung kita yang berfungsi untuk mengalirkan darah, jadi bisa kita simpulkan jika tidak ada pompa maka sebuah excavator tidak bisa bergerak. Disini saya akan menjelaskan apa saja komponen-komponen yang ada pada sebuah pompa hidrolik di excavator berikut dengan fungsi dan cara kerjanya. Sebenarnya ada bermacam-macam tipe pompa dalam excavator yang akan saya terangkan yaitu tipe 2 Pump variable dispacement axial plunger pump (sudutnya bisa berubah). Contoh pompa hidrolik pada excavator hitachi zx200 sumber google Komponen pompa terdiri dari Transmisi (11), Main Pump 1 (1), Main Pump 2 (2), dan Pilot Pump (3). Output dari mesin di transfer melalui transmisi via kopling (12). Setelah di distribusikan oleh gear di dalam transmisi, power mesin memutarkan pompa 1, pompa 2, dan pilot pompa. ...