Langsung ke konten utama

Pembuatan Roda Gigi Lurus

Pembuatan Roda Gigi Lurus

Pembuatan Roda Gigi Lurus

 Alat dan bahan
Alat dan bahan yang digunakan untuk membuat roda gigi lurus adalah sebagai berikut.
1.      Mesin bubut
2.      Pahat bubut
3.      Mesin frais horizontal
4.      Pisau frais modul
5.      Kunci pass
6.      Kikir rata halus
7.      Jangka sorong
8.      Penggaris siku
9.      Mata bor
10.  Bor senter
11.  Bahan : ST 41.ø 100 x 20 mm bahan pembuat roda gigi
12.  Bahan ST.41. 20 ø x 100 mm untuk pembuatan Mandrel





Proses pengerjaan roda gigi lurus
Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk membuat roda gigi lurus adalah sebagai berikut.
  1.      Mempersiapkan bahan dan peralatan yang akan digunakan.
  2.      Benda kerja di cekam pada mesin bubut.
  3.      Bor benda kerja dengan menggunakan mata bor Ø 20 mm sebagai tempat kedudukan mandril.
  4.      Pasang mandril dan kencangkan dengan ring dan baut kemudian cekam mandril di mesin bubut untuk membubut kembali benda kerja untuk mengurangi diameter benda kerja menjadi Ø 100 mm.
  5.      Lepaskan mandril kemudian benda kerja dicekam kembali pada mesin bubut untuk dibubut sisi kanan serta sisi kiri hingga memperoleh tebal benda menjadi 20 mm. Jangan lupa diberi champer pada sisi-sisi benda kerja agar tidak tajam.
  6.      Lepaskan benda kerja dari mesin bubut.
  7.      Pasang mandril kembali kemudian kencangkan dengan ring dan baut.
  8.      Ambil pisau frais yang telah ditetapkan yaitu pisau frais nomer 3 dan pasang pada mesin frais lalu dikencangkan dengan kunci pass hingga benar-benar kencang.
  9.      Uji coba putaran mesin frais dengan cara menghidupkan mesin dan perhatikan putaran dari gear cutter.
10.    Setting kecepatan putar mesin frais sesuai dengan kecepatan yang telah ditentukan.
11.    Matikan mesin setelah menyeting kecepatan yang telah ditentukan.
12.    Pasang piring pembagi yang telah di tentukan yaitu piring pembagi jenis A1.
13.    Pasang benda kerja yaitu dengan cara dicekam mandrilnya pada cekam yang ada di kepala pembagi dan kencangkan bagian cekam yang mencekam mandril hingga benar-benar kencang tak lupa bagian sisi mandril yang satunya diberi senter putar agar tidak goyang waktu pengerjaan.
14.    Setting titik nol benda kerja dengan mata pisau frais dengan cara meletakkan selembar kertas antara benda kerja dengan pisau frais kemudian tinggikan meja mesin hingga kertas terjepit benda kerja dan pisau frais itulah titik nol antara benda kerja dan pisau frais.
  15.  Mundurkan benda kerja dengan cara menggerakkan meja frais ke kanan atau ke kiri hingga apabila benda kerja ditinggikan dengan meninggikan meja frais tidak berbenturan dengan pisau frais.


  16.  Setting gunting bilah.
  17.  Nyalakan mesin frais.
  18.  Tinggikan meja frais hingga cutter dapat memotong benda kerja dengan kedalaman  pemakanan pisau frais sekitar 2,5 mm.
 19.  Gerakan meja mesin frais kearah kanan dan kiri dengan eretan yang ada di sebelah kanan dan kiri meja mesin frais, putar eretan hingga pisau frais memotong benda kerja.
  20.  Kemudian naikkan lagi meja frais 2 mm lagi dan lakukan pemakanan kembali dengan cara menggerakan meja mesin frais kearah kanan dan kiri dengan eretan yang ada di sebelah kanan dan kiri meja mesin frais, putar eretan hingga pisau frais memotong benda kerja lagi.
21.  Turunkan meja mesin hingga benda kerja kembali ke titik nol.
  22.  Setelah itu kepala pembagi diputar sesuai hitungan putaran yang telah ditentukan yaitu sebesar 25 lubang atau pada lubang ke 26 pada piring pembagi seri A1 dengan jumlah lubang 30.
  23.  Ulangi langkah-langkah nomer 19 sampai 22 untuk pemakanan yang kedua sampai akhir pemakanan hingga menjadi sebuah roda gigi.24.  Setelah pemakanan terakhir matikan mesin dan lepaskan benda kerja yang sudah menjadi roda gigi dengan cara melepaskan mandril dari cekam kepala pembagi.

  25.  Tahap finishing adalah pembersihan sisa-sisa pemakanan yang mungkin tidak sempurna.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Proses Peleburan Besi Cor pada Tanur Kupola

Proses Peleburan Besi Cor pada Tanur Kupola Proses peleburan besi tuang padatanur kupola, Kupola dipergunakan secara luas untuk peleburan besi cor sebab mempunyai keuntungan yang unik yaitu sebagai berikut : a. Konstruksinya sederhana dan operasi mudah b. Memberikan kemungkinan peleburan kontinu c. Bisa untuk mendapatkan laju peleburan yang besar untuk tiap jamnya d. Biaya yang rendah untuk alat-alat dan peleburan e. Memungkinkan pengontrolan komposisi kimia dalam daerah luas. Operasi Tanur Kupola a. Pelapisan Lapisan : Batu tahan api, bahan tahan api yang dapat dicorkan, atau bahan tahan api penambal dipergunakan untuk lapisan tanur kupola. Operasi dengan lapisan asam memerlukan bahan tahan api samot, atau batu talek dan operasi dengan lapisan basa memerlukan bahan tahan api magnesia atau dolomit Ketebalan yang dikehendaki kira-kira 3 sampai 4 mm dari adonan dan untuk pengikat menggunakan air sesedikit mungkin. Mengeringkan kupola yang baru dilapisi secara alamiah untuk ...

Cara Kerja Pompa Hidrolik Excavator

Cara Kerja Pompa Hidrolik Excavator diposting oleh Agus siregar   pada tanggal  July 17, 2022 OUTLINE Pompa Hidrolik adalah berfungsi untuk mengalirkan oli hydraulic ke sistem, sama halnya dengan jantung kita yang berfungsi untuk mengalirkan darah, jadi bisa kita simpulkan jika tidak ada pompa maka sebuah excavator tidak bisa bergerak. Disini saya akan menjelaskan apa saja komponen-komponen yang ada pada sebuah pompa hidrolik di excavator berikut dengan fungsi dan cara kerjanya. Sebenarnya ada bermacam-macam tipe pompa dalam excavator yang akan saya terangkan yaitu tipe 2 Pump variable dispacement axial plunger pump (sudutnya bisa berubah). Contoh pompa hidrolik pada excavator hitachi zx200 sumber google Komponen pompa terdiri dari Transmisi (11), Main Pump 1 (1), Main Pump 2 (2), dan Pilot Pump (3). Output dari mesin di transfer melalui transmisi via kopling (12). Setelah di distribusikan oleh gear di dalam transmisi, power mesin memutarkan pompa 1, pompa 2, dan pilot pompa. ...