Langsung ke konten utama

BAB II Perpindahan Panas Konduksi - BAGIAN II MEKANISME...



Image of page 1


Tabel 2.1 Kriteria jenis-jenis perpindahan panasKonduksiKonveksiRadiasiMemerlukan medium pengantar Memerlukan medium pengantar Dapat terjadi tanpa melalui medium pengantar (vakum) Gerakan tidak penting Bergantung pada gerakan fluida (dinamika fluida) Gerakan tidak penting Terjadi pada benda padat, cair, dan gas Terjadi pada benda cair, gas, dan campuran multifasa Terjadi pada media transparan, terutama gas Laju perpindahan panas untuk masing-masing mekanisme perpindahan panas adalah sebagai berikut Perpindahan panas konduksi (II.a) k = konduktivitas material A = luas permukaan perpindahan panas dT = beda temperatur dx = ketebalan dinding Perpindahan panas konveksi (II.b) h = koefisien perpindahan panas konveksi Perpindahan panas radiasi (II.c) σ = konstanta Boltzmann (5,676 x 10-8W/m2.K4) ε =emisivitas Masing-masing jenis perpindahan panas akan dibahas secara detail pada bab-bab berikut.
Image of page 2
Bab II : perpindahan panas konduksi Bab III : perpindahan panas konveksi Bab IV : perpindahan panas pendidihan dan kondensasi Bab V : perpindahan panas radiasi Bab VI : perpindahan panas kontak langsung
Image of page 3
 Subscribe to view the full document.
BAB IIPERPINDAHAN PANAS KONDUKSITujuan materiMemberikan pemahaman mengenai mekanisme konduksi dan metoda dasar perhitungan perpindahan panas konduksi Mengembangkan kemampuan mahasiswa untuk menyelesaikan masalah perpindahan panas konduksi
Image of page 4
Image of page 5

















   
BAGIAN IIMEKANISME PERPINDAHAN PANASII. 1 PendahuluanHampir semua pabrik kimia dan pabrik proses bergantung pada pemanfaatan panas untuk menghasilkan perubahan fisika dan kimia, atau untuk menghasilkan kerja. Sebagian besar tugas seorang perancang pabrik kimia atau proses adalah untuk memastikan bahwa panas mengalir masuk atau ke luar dari komponen-komponen yang terlibat dalam proses pada laju yang diinginkan dengan jumlah panas yang terbuang minimum dan mencegah terjadinya bahaya potensial. Oleh karena itu, pemahaman tentang mekanisme perpindahan panas dan kemampuan untuk memprediksi laju perpindahan panas sangat penting. Bagian II buku ini akan membahas mekanisme perpindahan panas dan memperkenalkan beberapa metoda dasar perhitungan perpindahan panas. Definisi Perpindahan PanasBerdasarkan hukum termodinamika kedua, panas mengalir dari sumber panas yang bertemperatur tinggi ke lingkungan yang bertemperatur rendah. Proses perpindahan panas didefinisikan sebagai aliran energi dalam bentuk panas antara sumber dan penerima panas yang disebabkan oleh perbedaan temperatur. Jenis Perpindahan PanasAda tiga jenis perpindahan panas, yaitu: konduksi, konveksi, dan radiasi. Konduksi adalah perpindahan panas yang terjadi melewati medium tak bergerak (stasioner). Medium dapat berupa zat padat ataupun fluida. Konveksi adalah perpindahan panas yang terjadi antara suatu permukaan dengan fluida yang bergerak akibat adanya perbedaan temperatur. Radiasi merupakan perpindahan panas dalam bentuk gelombang elektromagnet dari suatu permukaan yang bertemperatur tinggi. Kriteria masing-masing jenis perpindahan panas dapat dirangkum sebagai berikut.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Proses Peleburan Besi Cor pada Tanur Kupola

Proses Peleburan Besi Cor pada Tanur Kupola Proses peleburan besi tuang padatanur kupola, Kupola dipergunakan secara luas untuk peleburan besi cor sebab mempunyai keuntungan yang unik yaitu sebagai berikut : a. Konstruksinya sederhana dan operasi mudah b. Memberikan kemungkinan peleburan kontinu c. Bisa untuk mendapatkan laju peleburan yang besar untuk tiap jamnya d. Biaya yang rendah untuk alat-alat dan peleburan e. Memungkinkan pengontrolan komposisi kimia dalam daerah luas. Operasi Tanur Kupola a. Pelapisan Lapisan : Batu tahan api, bahan tahan api yang dapat dicorkan, atau bahan tahan api penambal dipergunakan untuk lapisan tanur kupola. Operasi dengan lapisan asam memerlukan bahan tahan api samot, atau batu talek dan operasi dengan lapisan basa memerlukan bahan tahan api magnesia atau dolomit Ketebalan yang dikehendaki kira-kira 3 sampai 4 mm dari adonan dan untuk pengikat menggunakan air sesedikit mungkin. Mengeringkan kupola yang baru dilapisi secara alamiah untuk ...

Perbedaan Memotong Lurus dan Memotong Serong

Perbedaan Memotong Lurus dan Memotong Serong Memotong Lurus Berikan tanda pada benda kerja yang akan dipotong, letakkann pada posisi aman di atas bangku kerja Usahakan permukaan benda kerja yang rata menempel pada bangku kerja Atur kedudukan daun gergaji, usahakan maksimum 5 mm, di bawah permukaan benda kerja yang terpotong dengan cara dinaikkan atau diturunkan Letakkan alas bagian depan gergaji bundar listrik usahakan daun gergaji tidak mengenai kayu pekerjaan dan jalankan mesin Tunggu sampai putaran stabil dan mesin arahklan ke depan. Memotong Serong Untuk memotong serong sama dengan memotong siku, yang berbeda pada letak mesin terhadap kayu pekerjaan, yaitu menyerong dan tudung pengaman harus ditarik. Atur kedudukan daun gergaji terhadap kayu pekerjaan sehingga menembus maksimum 5 mm di bawah permukaan kayu yang terpotong Pasanglah lat kayu atau busur yang besar (sudut bisa bisa langsung disesuaikan) sebagai penghantar dan aturlah sehingga daun gergaji tepat pada lukisan dan sejajar...

Pdf mekanika material Bahan

https://docs.google.com/document/d/1jyYprf-lvmfzNHAONmtqXhuNEBUe2DR9_cLrX_r9D_s/edit?usp=drivesdk Faktor Konsentrasi Tegangan (Stress Consentration Factor) Oleh admin -  21 April 2016 1260 0 Pengertian Konsentrasi tegangan terjadi pada daerah-daerah benda yang dimensinya berubah drastis, misalnya di sekitar lubang, discontinuity, defect, dll. Pemicu lain dari konsentrasi tegangan diantaranya adalah fillet, nhttps://docs.google.com/document/d/1jyYprf-lvmfzNHAONmtqXhuNEBUe2DR9_cLrX_r9D_s/edit?usp=drivesdkotch, inclusion, dll. Konsentrasi tegangan akan menurunkan umur fatik (fatigue life). Besarnya konsentrasi tegangan dapat diketahui dengan menghitung faktor konsentrasi tegangan (stress concentration factor), dimana SCF merupakan perbandingan antara tegangan tertinggi yang berada di sekitar discontinuity (σ max) dengan tegangan yang terjadi pada kondisi mulus (σ nom). Kt= σ max / σ nom Metode-Metode Mencari Tegangan Untuk mengetahui besarnya Stress Concentration Factor (SCF), maka te...