Langsung ke konten utama

Pengolahan Logam, Metalurgi,dan unsur kimianya

Pengolahan Logam, Metalurgi,dan unsur kimianya

https://bisakimiadotcom.files.wordpress.com/2015/11/log7.png
Kadang ketika kita berfikir tentang logam dalam kehidupan sehari-hari, kita cenderung berfikir tentang besi, aluminium, atau crom atau nikel. Karena kelimpahannya yang demikian besar dan kegunaannya yang sudah dirasakan sejak zaman perunggu. Walaupun demikian
logam2 yang kelimpahannya sedikit sekalipun memiliki peran sangat penting dalam teknologi modern. Sebagai ilustrasi pada gambar ini komposisi logam yang terlibat dalam pembuatan mesin jet. Bagaimana besi, sebagai logam yang paling dominan dalam teknologi, tidak ikut terlibat dalam pembuatan jet tsb.
Materi Logam dan Pengolahannya
Pengolahan Logam, Metalurgi, Pirometalorgi Besi, Tahapan, Skema, Kimia - Aplikasi pengetahuan dan teknologi dalam pengolahan bijih sampai menjadi logam dinamakan metalurgi. Proses ini melibatkan tahap pengolahan awal atau pemekatan, reduksi bijih logam menjadi logam bebas, dan pemurnian logam (lihat Gambar 1).
Proses ekstraksi dan daur ulang logam
Gambar 1. Proses ekstraksi dan daur ulang logam.
1. Pengolahan awal (pemekatan)
Bijih logam yang masih mengandung pengotor dihancurkan dan digiling hingga terbentuk partikel-partikel berukuran kecil. Material yang tidak diperlukan dikeluarkan dengan cara magnetik atau metode pengapungan (flotasi) hingga terbentuk bijih murni.
2. Pengeringan dan pembakaran
Bijih murni dikeringkan dan dilebur (direduksi). Proses reduksi dalam industri logam disebut peleburan (melting). Pada proses tersebut bijih murni direduksi dari oksidanya menjadi logam bebas.
3. Pemurnian
Logam yang diperoleh pada tahap pengeringan dan pembakaran masih mengandung pengotor sehingga perlu dilakukan pemurnian. Beberapa metode pemurnian di antaranya elektrolisis (nikel dan tembaga), distilasi (seng dan raksa), dan peleburan ulang (besi).
A. Pirometalurgi Besi
Sejumlah besar proses metalurgi menggunakan suhu tinggi untuk mengubah bijih logam menjadi logam bebas dengan cara reduksi. Penggunaan kalor untuk proses reduksi disebut pirometalurgi. Pirometalurgi diterapkan dalam pengolahan bijih besi. Reduksi besi oksida dilakukan dalam tanur sembur (blast furnace), yang merupakan reaktor kimia dan beroperasi secara terus-menerus (Gambar 2).
Pirometalurgi besi
Gambar 2. Pirometalurgi besi.
Campuran material (bijih besi, kokas, dan kapur) dimasukkan ke dalam tanur melalui puncak tanur. Kokas berperan sebagai bahan bakar dan sebagai reduktor. Batu kapur berfungsi sebagai sumber oksida untuk mengikat pengotor yang bersifat asam.
Udara panas yang mengandung oksigen disemburkan ke dalam tanur dari bagian bawah untuk membakar kokas. Di dalam tanur, oksigen bereaksi dengan kokas membentuk gas CO.
2C(s) + O2(g) → 2CO(g)      Î”H = –221 kJ
Reaksinya melepaskan kalor hingga suhu tanur sekitar 2.300 °C. Udara panas juga mengandung uap air yang turut masuk ke dalam tanur dan bereaksi dengan kokas membentuk gas CO dan gas H2.
C(s) + H2O(g) → CO(g) + H2(g)         Î”H = +131 kJ
Reaksi kokas dan oksigen bersifat eksoterm, kalor yang dilepaskan dipakai untuk memanaskan tanur, sedangkan reaksi dengan uap air bersifat endoterm. Oleh karena itu, uap air berguna untuk mengendalikan suhu tanur agar tidak terlalu tinggi ( 1.900 °C).
Pada bagian atas tanur ( 1.000 °C), bijih besi direduksi oleh gas CO dan H2 (hasil reaksi udara panas dan kokas) membentuk besi tuang.
Persamaan reaksinya :
Fe3O4(s) + 4CO(g) → 3Fe(l) + 4CO2(g)
ΔH = –15 kJ
 Fe3O4(s) + 4H2(g) → 3Fe(l) + 4H2O(g)
ΔH = +150 kJ 
Kokas adalah batu bara yang dipanaskan tanpa udara, mengandung 80 % – 90 % karbon.
Batu kapur yang ditambahkan ke dalam tanur, pada 1.000 °C terurai menjadi kapur tohor. Kapur ini bekerja mereduksi pengotor yang ada dalam bijih besi, seperti pasir atau oksida fosfor.
CaCO3(s)
CaO(l) + CO2(g)
CaO(l) + SiO2(l)
CaSiO3(l)
CaO(l) + P2O5(l)
Ca3(PO4)2(l)
Gas CO2 yang dihasilkan dari penguraian batu kapur pada bagian bawah tanur (sekitar 1.900 °C) direduksi oleh kokas membentuk gas CO.
Persamaan reaksinya :
CO2(g) + C(s) → CO(g)   ΔH = +173 kJ
Oleh karena bersifat endoterm, panas di sekitarnya diserap hingga mencapai suhu ± 1.500 °C.
Besi tuang hasil olahan berkumpul di bagian dasar tanur, bersama-sama terak (pengotor). Oleh karena terak lebih ringan dari besi tuang, terak mengapung di atas besi tuang dan mudah dipisahkan, juga dapat melindungi besi tuang dari oksidasi.
Anda sekarang sudah mengetahui Pengolahan Logam. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber
 
 

Keberadaan dan Sumber Alami dari Unsur-unsur Logam

Kebanyakan logam-logam ditemukan di alam ini dalam bentuk mineralnya. Komponen anorganik berbentuk kristal dari batuan yang dibentuk di kerak bumi. Sebagai contoh silikat dan aluminasilikat adalah mineral yang paling banyak kelimpahannya di kerak bumi. Tetapi karena proses pemekatan dan reduksinya lebih rumit menjadikan silikat dan alumina kurang begitu penting secara komersial sebagai sumber logam. Malachite (Cu2CO3(OH)2), magnetit (Fe2O3), Cinnabar (HgS), yang menghasilkan logam tembaga, besi dan air raksa menjadi mineral yang sangat penting secara komersial (Gambar 6.3). Mineral deposit dimana logam
mudah di produksi secara ekonomis disebut sebagi Bijih logam. (tabel 1).
Materi Logam dan Pengolahannya
.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Proses Peleburan Besi Cor pada Tanur Kupola

Proses Peleburan Besi Cor pada Tanur Kupola Proses peleburan besi tuang padatanur kupola, Kupola dipergunakan secara luas untuk peleburan besi cor sebab mempunyai keuntungan yang unik yaitu sebagai berikut : a. Konstruksinya sederhana dan operasi mudah b. Memberikan kemungkinan peleburan kontinu c. Bisa untuk mendapatkan laju peleburan yang besar untuk tiap jamnya d. Biaya yang rendah untuk alat-alat dan peleburan e. Memungkinkan pengontrolan komposisi kimia dalam daerah luas. Operasi Tanur Kupola a. Pelapisan Lapisan : Batu tahan api, bahan tahan api yang dapat dicorkan, atau bahan tahan api penambal dipergunakan untuk lapisan tanur kupola. Operasi dengan lapisan asam memerlukan bahan tahan api samot, atau batu talek dan operasi dengan lapisan basa memerlukan bahan tahan api magnesia atau dolomit Ketebalan yang dikehendaki kira-kira 3 sampai 4 mm dari adonan dan untuk pengikat menggunakan air sesedikit mungkin. Mengeringkan kupola yang baru dilapisi secara alamiah untuk ...

Cara Kerja Pompa Hidrolik Excavator

Cara Kerja Pompa Hidrolik Excavator diposting oleh Agus siregar   pada tanggal  July 17, 2022 OUTLINE Pompa Hidrolik adalah berfungsi untuk mengalirkan oli hydraulic ke sistem, sama halnya dengan jantung kita yang berfungsi untuk mengalirkan darah, jadi bisa kita simpulkan jika tidak ada pompa maka sebuah excavator tidak bisa bergerak. Disini saya akan menjelaskan apa saja komponen-komponen yang ada pada sebuah pompa hidrolik di excavator berikut dengan fungsi dan cara kerjanya. Sebenarnya ada bermacam-macam tipe pompa dalam excavator yang akan saya terangkan yaitu tipe 2 Pump variable dispacement axial plunger pump (sudutnya bisa berubah). Contoh pompa hidrolik pada excavator hitachi zx200 sumber google Komponen pompa terdiri dari Transmisi (11), Main Pump 1 (1), Main Pump 2 (2), dan Pilot Pump (3). Output dari mesin di transfer melalui transmisi via kopling (12). Setelah di distribusikan oleh gear di dalam transmisi, power mesin memutarkan pompa 1, pompa 2, dan pilot pompa. ...