Langsung ke konten utama

Cara menentukan suaian pada komponen berpasangan

 

Cara menentukan suaian dengan standar ISO

Selain itu cara menentukan suaian dapat menggunakan Standar ISO. Standar ISO menetapkan dua buah sistem suaian yang dapat dipilih untuk mengurangi banyaknya kombinasi yang mungkin dapat terjadi. Sistem suaian selain memiliki tiga tingkatan tersebut juga diatur berdasarkan basis, yaitu :
  1. Sistem suaian berbasis poros (shaft basic system), penyimpangan atas toleransi poros selalu berharga nol (es=0). Dalam suaian dengan basis poros maka poros selalu dinyatakan dengan “h”. Ukuran poros merujuk pada ukuran dasar yang direncanakan, sedangkan ukuran lubang akan menyesuaikan besarnya toleransi berdasarkan tingkatannya. Pada proses pembuatannya pada umumnya pengerjaan poros yang diutamakan dan didahulukan. Sistem basis poros banyak digunakan dalam pembuatan bagian alat-alat pemindah, motor-motor listrik, pesawat angkat. Sistem suaian dengan basis poros kurang diminati orang karena pada kenyataannya mengubah ukuran lubang lebih sulit daripada mengubah ukuran poros.
  2. Sistem suaian berbasis lubang (hole basic system) untuk sistem suaian berbasis lubang maka penyimpangan bawah toleransi lubang yang bersangkutan selalu bernilai nol (EI=0). Berkebalikan dengan sistem basis poros, maka pada suaian basis lubang, ukuran lubang merujuk pada ukuran dasar yang direncanakan, sedangkan ukuran poros akan menyesuaikan besarnya toleransi berdasarkan tingkatannya. Pada proses pembuatannya pada umumnya pengerjaan lubang yang diutamakan dan didahulukan. Sistem suaian dengan basis lubang ini pada umumnya banyak digunakan dalam pembuatan bagian-bagian dari suatu mesin perkakas, motor, kereta api, pesawat terbang.

Cara menentukan suaian pada komponen berpasangan


KeSuaian adalah hubungan yang terjadi atau yang ditimbulkan oleh karena adanya perbedaan ukuran sebelum disatukannya dua buah komponen yang dirakit.  Perbedaan ukuran yang dimaksud adalah mengacu pada batas toleransi yang diijinkan sesuai dengan tingkat suaian yang digunakan. Cara menentukan suaian itu sendiri memiliki tiga kategori.

  • Suaian longgar (clearance fit) yaitu suaian yang selalu menghasilkan kelonggaran, dimana daerah toleransi lubang selalu terletak di atas daerah toleransi poros. Suaian longgar sendiri memiliki 3 tingkatan, yaitu: a) suaian snagat luas; Tingkatan suaian ini digunakan untuk bagian-bagian yang mudah berputar, mudah dipasang dan dibongkar tanpa paksa, misalnya dipakai pada poros roda gigi, poros hubungan, dan bantalan dengan kelonggaran yang pasti, b) suaian luas; Suaian ini biasanya dipakai pada peralatan yang berputar terus-menerus, misalnya dipakai pada bantalan yang mempunyai kelonggaran biasa, yaitu bantalan jurnal, c) suaian geser; Suaian ini banyak dipakai pada peralatan yang tidak berputar, misalnya senter kepala lepas, sarung senter, dan poros spindel.
  •  
  • Suaian pas (transition fit) merupakan suaian hasil gabungan antara lubang dan poros yang akan menghasilkan suatu keadaan kemungkinan longgar dan sesak, hal ini tergantung dari daerah toleransi yang dipakai yang termasuk dalam suaian transisi adalah sebagai berikut: a) suaian puntir; Suaian ini digunakan apabila pasangannya memerlukan kesesakan dan dengan jalan dipuntir waktu melepas maupun memasang, misalnya sebuah metal dengan tempat duduknya, b) suaian paksa; suaian ini akan terjadi kesesakan permukaan yang dipasang agak panjang. Contoh pemakaiannya pada plat pembawa dalam mesin bubut, kopling, dan sebagainya.
cara menentukan suaian
  • Suaian sesak (interference fit) merupakan suaian yang akan menghasilkan kerapatan, dimana daerah toleransi lubang selalu terletak di bawah toleransi poros. Ciri suaian ini adalah pasangan poros dan lubang akan sangat sulit untuk dipasangkan, pada kondisi tertentu memerlukan alat bantu lain untuk dapat memasangkan atau melepaskan poros dan lubangnya. Suaian sesak terdiri dari: a) Suaian kempa ringan; Pasangan dalam suaian ini harus ditekan atau dipukui dengan menggunakan palu plastik atau palu kulit. Pengunaan suaian ini misalnya pada bus-bus bantalan dan pelak roda gigi, b) suaian kempa berat; Pemasangan suaian ini harus ditekan dengan gaya yang agak berat dan suatu ketika harus menggunakan mesin penekan. Suaian ini digunakan pada kopling atau pada gelang tekan.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Proses Peleburan Besi Cor pada Tanur Kupola

Proses Peleburan Besi Cor pada Tanur Kupola Proses peleburan besi tuang padatanur kupola, Kupola dipergunakan secara luas untuk peleburan besi cor sebab mempunyai keuntungan yang unik yaitu sebagai berikut : a. Konstruksinya sederhana dan operasi mudah b. Memberikan kemungkinan peleburan kontinu c. Bisa untuk mendapatkan laju peleburan yang besar untuk tiap jamnya d. Biaya yang rendah untuk alat-alat dan peleburan e. Memungkinkan pengontrolan komposisi kimia dalam daerah luas. Operasi Tanur Kupola a. Pelapisan Lapisan : Batu tahan api, bahan tahan api yang dapat dicorkan, atau bahan tahan api penambal dipergunakan untuk lapisan tanur kupola. Operasi dengan lapisan asam memerlukan bahan tahan api samot, atau batu talek dan operasi dengan lapisan basa memerlukan bahan tahan api magnesia atau dolomit Ketebalan yang dikehendaki kira-kira 3 sampai 4 mm dari adonan dan untuk pengikat menggunakan air sesedikit mungkin. Mengeringkan kupola yang baru dilapisi secara alamiah untuk ...

Cara Kerja Pompa Hidrolik Excavator

Cara Kerja Pompa Hidrolik Excavator diposting oleh Agus siregar   pada tanggal  July 17, 2022 OUTLINE Pompa Hidrolik adalah berfungsi untuk mengalirkan oli hydraulic ke sistem, sama halnya dengan jantung kita yang berfungsi untuk mengalirkan darah, jadi bisa kita simpulkan jika tidak ada pompa maka sebuah excavator tidak bisa bergerak. Disini saya akan menjelaskan apa saja komponen-komponen yang ada pada sebuah pompa hidrolik di excavator berikut dengan fungsi dan cara kerjanya. Sebenarnya ada bermacam-macam tipe pompa dalam excavator yang akan saya terangkan yaitu tipe 2 Pump variable dispacement axial plunger pump (sudutnya bisa berubah). Contoh pompa hidrolik pada excavator hitachi zx200 sumber google Komponen pompa terdiri dari Transmisi (11), Main Pump 1 (1), Main Pump 2 (2), dan Pilot Pump (3). Output dari mesin di transfer melalui transmisi via kopling (12). Setelah di distribusikan oleh gear di dalam transmisi, power mesin memutarkan pompa 1, pompa 2, dan pilot pompa. ...